CO FOUNDER GLADIRESIK MUSIC LAB
Kelahiran Jakarta 24 September 1958, adalah alumnus Dick Grove
School Of Music di Los Angeles (1988), spesialisasi Bass Instruction
Programme (B.I.P.). Selain itu juga merupakan sarjana Disain Grafis
lulusan Woodbury University di Los Angeles (1982).
Di bidang musik Todung tidak hanya dibekali kemampuan bermain bass,
tetapi juga berbagai segi yang menyangkut industri musik. Antara lain
dalam bidang manajemen artis, produksi rekaman, serta bisnis musik
lain-lainnya.
Mengawali karirnya di industri musik sejak masih di masa pendidikan
dengan memproduksi master album solo Indra Lesmana yang pertama,
“Tragedi” pada tahun 80an, dan juga merupakan awal karir musik drummer
Gilang Ramadhan yang diikut sertakan dalam rekaman album tersebut.
Mengawali karirnya di industri musik sejak masih di masa pendidikan
dengan memproduksi master album solo Indra Lesmana yang pertama,
“Tragedi” pada tahun 80an, dan juga merupakan awal karir musik drummer
Gilang Ramadhan yang diikut sertakan dalam rekaman album tersebut.
Tahun 1990 beliau kembali ke tanah air, kemudian mendirikan sebuah
perusahaan manajemen artis yang pertama di Indonesia, yaitu PT. ARCI
(Art Circle Network) yang dikelolanya hingga sekarang dengan berbagai
keberhasilannya terutama dalam memasyarakatkan kontrak antara artis dan klien.
Beberapa musisi dan penyanyi terkenal pernah bergabung bersama di
antaranya Hari Moekti, Donny Suhendra, Indra Lesmana, Mates, Syaharanie,
alm. Embong Raharjo, dan lain-lainnya.
Perkembangan karir beliau terus meningkat. Sebagai seorang musisi,
ia merupakan salah satu pendiri group CYNOMADEUS (1990) yang kemudian
menjadi CYNO yang berlandaskan musik techno. Ia juga melengkapi
pengalamannya di arena musik lainnya seperti di cafe dengan membentuk
group musik top 40 CATFUNK serta group musik blues C4 BLUES. Sebagai
seorang musisi, ia bermain dalam berbagai jenis musik dan semuanya
dilakukan secara profesional.
Pada tahun 2000, beliau menuliskan buku BoomBassTech yang
mencerminkan jenjang karirnya selama 10 tahun di industri musik
Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar