Pages

Ads 468x60px

Labels

Featured Posts

Senin, 17 Maret 2014

DRUM COVER

Drum cover Jet Lag by Simple Plan and Drum cover Sparks Fly by Taylor swift
Saya bukan drummer bukan juga murid drum, cuma bekerja di sekolah music aja hehe. Iseng coba-coba drum cover..maap ya pak bos, maap juga kalo jelek mainnya. Makasih Gladiresik Music Lab hehe



Kamis, 16 Januari 2014

Info Loker Gladiresik Music Lab

Izin share info ya, semoga bermanfaat

Mau magang di Gladiresik Music Lab Sebagai PR (public relation)
Kirim CV ke: info@gladiresik.com dengan subject MAGANG
 

 ATAU

Untuk kamu yg mau jadi Instruktur musik BASS,GITAR,DRUM,KEYBOARD,dan VOCAL Kirim CV ke info@gladiresik.com dengan subject Instruktur

 
 

Rabu, 09 Oktober 2013

Sejarah Alat Musik Keyboard


Sejarah Alat Musik Keyboard 
Sejarah Alat Musik Keyboard, siapa yang tidak kenal dengan jenis alat musik yang satu ini yaitu keyboard. Kita semua bisa menemukan alat musik keyboard dalam beberapa acara musik, apalagi sekarang di televisi acara musik sangat beragam, mulai dari pagi hari sampai malam hari kita bisa menemukan acara musik di televisi dan juga tidak sedikit beberapa musisi memainkan alat musik keyboard. Bahkan beberapa sekolahan juga mungkin sekarang sudah menggunakan alat musik keyboard dalam pelajaran kesenian. Jadi tidak salahnya sob kita mengetahui mengenai sejarah alat musik keyboard sob, oke langsung disimak sejarah alat musik keyboard.

Sejarah Alat Musik Keyboard

Sejarah alat musik keyboard diawali dari bentuk fisik keyboard memang berbeda dengan piano pada umunya. Bentuk keyboard biasanya terlihat lebih kecil dan lebih ringan serta memudahkan untuk dibawa. Tidak hanya bentuk suara yang dihasilkan keyboard pun sangat berbeda dengan piano. Suara yang dihasilkan dari alat musik keyboard berasal dari manipulasi kunci-kunci, ada yang ditekan menggunakan jari ada juga yang dipijak menggunakan kaki. Susunan dari keyboard sendiri arahnya mengikuti logika, dari kiri nada-nada rendah ke kanan nada-nada tinggi. Kemudian susunan bass ke treble juga dari kiri ke kanan.
Sejarah alat musik keyboard berlanjut, alat musik keyboard sudah dikenal sejak zaman kuno. Namun awal tepatnya belum jelas. Dalam tangga nada barat disebut dengan diatonis, dan terbagi dalam 12 nada. Adanya nada penuh dan ada juga nada semi-tone. Pada alat musik keyboard, kedua kelompok ini biasa dibedakan dengan kunci berwarna terang dan gelap. Dalam sejarah alat musik keyboard, susunan deret kunci yang kromatik yang mencakup 12 nada muncul di Eropa pada abad ke 14. Pada awalnya, tutsnya masih dalam ukuran yang lebar. Satu tuts mempunyai lebar beberapa sentimeter, sehingga nada harmoni yang dihasilkan tidak banyak. Dalam sejarah alat musik keyboard di abad ke 16 baru muncul pembakuan tuts, ini berarti nada diatonik dapat dicakup dalam lebar satu tangan, sehingga musik harmonik pun dapat dihasilkan. Pada perkembangan ini pun kunci putih dan hitam sudah diciptakan.

Sejarah alat musik keyboard berlanjut, keyboard elektronik muncul di abad ke 20, dimana pertama kali dipasarkan oleh Laurens Hammond di Amerika Serikat di tahun 1935. Dan sejak saat itu mulai berkembang menjadi alat musik yang sekarang menjadi rajanya alat musik. Ini karena suatu orkes simfoni dari pulhan alat musik dapat dihasilkan oleh satu buah keyboard saja.

Sejarah alat musik keyboard berlanjut, di tahun 1962 seorang insinyur yang berasal dari Italia bernama Paolo Ketoff mengeluarkan alat musik yang disebut dengan Synket. Alat ini menghasilkan musik eksperimental yang yang badi pendengar awam tidak begitu musikal. Dua tahun kemudian di Amerika dalam sejarah alat musik keyboard, muncul alat musik yang diciptakan oleh Donald Buchla dan satunya lagi oleh Robert Moog. Alat musik milik Donald Buchla tidak menggunakan keyboard sebagai perangkat untuk memainkannya, namun dengan permukaan yang sensitif terhadap sentuhan. Sedangkan alat musik Robert Moog menggunakan keyboard sebagai perangkatnya, di sisinya dipasang alat pengontrol yang konvensional seperti tombol putar yang berfungsi sebagai volume dan juga untuk mengatur tinggi rendahnya nada yang dihasilkan. Dalam sejarah alat musik keyboard, alat musik ciptaan Robert Moog tersebut lebih memudahkan penggunaannya untuk mengalunkan musik tradisional dalam tatanan suara yang baru. Karya-karya dari J.S Bach dapat dimainkan oleh alat musik ciptaan Robert Moog yang dinamakan dengan Mini Moog. Saat itu, alat musik tersebut belum bisa memainkan nada harmonik, dan hanya satu nada yang dapat dimainkan. Dan alat musik ini pun menjadi populer sebagai pmbawa melodi dalam musik pop. Musik rock merupakan yang pertama dalam mengadopsi alat ini ke dalam genre progressive rock pada band-band sepertti Yes, Genesis dan lain-lain.

Dalam sejarah alat musik keyboard, baru di tahun 1980 synthesizers dapat mengeluarkan suara harmonik. Yang pertama kali terkenal adalah Yamaha DX-7 yang keluar di tahun 1983. Peralatan ini merupakan pengembangan dari zaman Robert Moog dengan Frequency Modulation Synthesis yang dirancang oleh John Chowning dari California. Dalam sejarah alat musik keyboard Fm menghasilkan variasi timbre dengan cara mengubah frekuensi . Yamaha DX-7 memiliki keyboard 5 oktaf. Sejarah alat musik keyboard berlanjut, di tahun berikutnya Casio mengeluarkan CZ-101 yang menggunakan tenaga baterai, memiliki empat suara dan mengikuti kemampuan synthesizers analog. Dalam sejarah alat musik keyboard juga berkembang Musical Instrument Digital Interface atau MIDI yang merupakan penggabungan peralatan musik agar bisa bekerja dalam suatau perangkat komputer.
Sejarah alat musik keyboard berlanjut, alat musik keyboard yang memiliki kelengkapan teknologi suara digital memang semakin dicari banyak orang, apalagi alat musik ini memang dapat mewakili berbagai suara dari alat musik lainnya.

CO FOUNDER GLADIRESIK MUSIC LAB

CO FOUNDER GLADIRESIK MUSIC LAB

Kelahiran Jakarta 24 September 1958, adalah alumnus Dick Grove School Of Music di Los Angeles (1988), spesialisasi Bass Instruction Programme (B.I.P.). Selain itu juga merupakan sarjana Disain Grafis lulusan Woodbury University di Los Angeles (1982).
Di bidang musik Todung tidak hanya dibekali kemampuan bermain bass, tetapi juga berbagai segi yang menyangkut industri musik. Antara lain dalam bidang manajemen artis, produksi rekaman, serta bisnis musik lain-lainnya.

Mengawali karirnya di industri musik sejak masih di masa pendidikan dengan memproduksi master album solo Indra Lesmana yang pertama, “Tragedi” pada tahun 80an, dan juga merupakan awal karir musik drummer Gilang Ramadhan yang diikut sertakan dalam rekaman album tersebut.

Tahun 1990 beliau kembali ke tanah air, kemudian mendirikan sebuah perusahaan manajemen artis yang pertama di Indonesia, yaitu PT. ARCI (Art Circle Network) yang dikelolanya hingga sekarang dengan berbagai keberhasilannya terutama dalam memasyarakatkan kontrak antara artis dan klien. Beberapa musisi dan penyanyi terkenal pernah bergabung bersama di antaranya Hari Moekti, Donny Suhendra, Indra Lesmana, Mates, Syaharanie, alm. Embong Raharjo, dan lain-lainnya.

Perkembangan karir beliau terus meningkat. Sebagai seorang musisi, ia merupakan salah satu pendiri group CYNOMADEUS (1990) yang kemudian menjadi CYNO yang berlandaskan musik techno. Ia juga melengkapi pengalamannya di arena musik lainnya seperti di cafe dengan membentuk group musik top 40 CATFUNK serta group musik blues C4 BLUES. Sebagai seorang musisi, ia bermain dalam berbagai jenis musik dan semuanya dilakukan secara profesional.
Pada tahun 2000, beliau menuliskan buku BoomBassTech yang mencerminkan jenjang karirnya selama 10 tahun di industri musik Indonesia.

Selasa, 08 Oktober 2013

Cara Menyetel (Tuning) Drum

Pada umumnya ada 3 bagian drum yang perlu di tune, yaitu snare, tom, dan bass drum.
SNARE DRUM untuk snare drum, ada 3 bagian yang perlu di stel agar menghasilkan suara yang bagus, yaitu batter head (kulit atas yang untuk di pukul), snare head (kulit bawah untuk merespon snare wire), da snare wire (kawat dibawah snare yang menghasilkan suara snare)
  1. Mulai dengan batter head (kulit bagian atas). Lepaskan batter head dari shell (badan drum). Lenturkan head tersebut dengan menekan bagian pinggirnya ke dalam (jangan takut rusak, batter head sangat kuat). Setelah itu, letakkan head pada shellnya. Letakkan rim (besi lingkar), dan putar tension rod (baut) menggunakan tangan dengan urutan menyilang. Misalnya, baut 1 kemudian baut diseberangnya dan seterusnya. Putar semua baut dengan urutan menyilang, sampai tidak bisa diputar lagi dengan tangan. Setelah itu, putar dengan drum key (kunci pemutar baut), putar 1/2 putaran semua baut secara menyilang. Tekan bagian tengah head menggunakan 2 tangan (jangan takut rusak), penekanan ini berguna agar dudukan head tidak berubah. Pukul bagian pinggir head (dekat baut) dengan drum key, dan buat agar semua bagian berbunyi sama. Lakukan beberapa putaran sampai anda mendapat suara yang diinginkan.
  2. Kemudian snare side head (kulit bagian bawah). Lakukan dengan cara yang sama, namun hati-hati dengan head ini karena sangat tipis (jangan lakukan pelenturan dan penekanan). Buat ketegangan head ini lebih tinggi sedikit dari batter head, agar dapat merespon snare wire dengan baik.
  3. Agar menghasilkan suara snare yang baik, buat ketegangan snare wire sehingga dapat menangkap suara pukulan yang paling pelan sekalipun. Jangan menyetel wire terlalu tegang, karena suara snare akan tertahan.
TOM DRUM Ada 2 jenis tom, yaitu rack tom (tom yang posisinya bergantung), dan floor tom (tom yang ada kakinya dan diletakkan di lantai langsung).
  1. Untuk batter head, lakukan cara yang sama dengan batter head snare. Cari suara yang pas dengan yang anda mau. Jangan terlalu longgar, karena suara akan pecah. Dan juga jangan terlalu keras, karena suara akan tertahan.
  2. Kemudian resonant head (head bawah untuk meresonansi suara). Buat ketegangan resonant head sedikit lebih rendah atau sama dengan batter head. Buat agar menghasilkan sustain yang cukup.
BASS DRUM  Inilah bagian drum yang mungkin paling sulit disetel.
  1. Buka semua head, setelah itu masukkan busa setebal ±3 cm, dengan lebar yang sama dengan panjang bass drum, sehingga menyentuh kedua head. Untuk panjangnya, buat ± 1/2 dari keliling bass drum. Bisa juga menggunakan bantal atau handuk yang digulung kemudian disentuhkan ke head bass drum.
  2. Lalu pasang batter head (kulit yang dipukul beater pedal). Putar baut sampai kerutan hilang (putar dengan urutan menyilang).
  3. Setelah itu pasang resonant head (kulit depan bass). Setel dengan ketegangan yang sama dengan batter headnya.
  4. Untuk menghasilkan suara drum yang bagus, ada baiknya drumhead (kulit/membran) diganti dengan drumhead yang bagus pula. Ada 2 jenis bahan dasar pembuat drumhead, yaitu DuPont dan Toray. Drumhead dengan bahan dasar DuPont adalah pilihan terbaik. Beberapa merk drumhead dengan bahan dasar DuPont adalah Remo, Evans, Aquarian, Dynamic, dll.
Nah, itulah cara yang dilakukan untuk mendapat suara drum yang bagus. Jangan pernah bosan untuk mengutak-atik dan merubah setelan, agar mendapat sound yang pas dengan selera anda.

Semoga bermanfaat..!!

Rabu, 25 September 2013

Gladiresik Music Lab 7th

7tahun sudah memulai dengan misinya untuk mengindustrikan pendidikan musik.
kami sadar betul masih banyak kekurangan serta perbaikan dibanyak bidang Fasilitas.
namun kami Gladiresik Music Lab, berkeyakinan Fokus arahannya lebih kepada praktek bermusik dalam bentukan ensemble (team), daripada bermusik secara individu.
Dengan mengusung motto TRUE BASIC BRINGS EXCELLENCE.
(Kemurnian pengetahuan dasar membawa total keberhasilan)

Terimakasih atas Dukungan dalam berbagai bentuk untuk menjadikan Gladiresik Music Lab lebih baik lagi.

satu kutipan dari Founder, Director Gladiresik Music Lab yang lebih akrab disapa "Bang Todung Pandjaitan" (Todung Pandjaitan) terpasang disebuah ukiran batu bila kalian berkunjung ke Gladiresik Music Lab.

- Kemulian Pendidikan Merupakan Mata Air kehidupan bagi Seseorang, Suku, Bangsa, dan Negara. Penyesatan Terhadap Pendidikan adalah Pengkhianatan terhadap peradaban Manusia (biadab) -

Selamat Ulang Tahun Gladiresik Music Lab, semoga semakin lebih baik
menjadi salah satu Sekolah Musik yang berkembang dan mencetak banyak musisi (dari siswa/i Gladiresik) yang memunculkan sisi kreatifitas dengan cara memberikan kontribusi melengkapi fungsi bidang pengetahuan bermusik itu sendiri.

Jaya dan Sukses Gladiresik Music Lab
24 september 20130
— di Gladiresik Music Lab..

Jumat, 20 September 2013

Tips Memilih Alat Musik Bagi Pemula

Tips Memilih Alat Musik Bagi Pemula


Selama ini orang hanya menganggap musik sekedar untuk didengarkan dan menghibur diri. Bermain musik dianggap benar-benar sebagai "permainan" yang tidak serius, lain halnya seperti "matematika" yang dianggap serius. Maka orang sulit memahami bahwa seorang musisi juga mempunyai harapan dan peluang. Harapan itu dituangkan dalam bentuk lagu yang menggambarkan cinta, doa, semangat, perjuangan bahkan pesan-pesan moral kepada orang lain. Harapan itu secara tidak langsung bisa memupuk semangat hidup orang lain. Musisi juga mempunyai peluang di masa depan, bukan hanya sebagai artis (pemain musik) saja. Berbagai profesi yang sebelumnya kurang diminati atau bahkan belum ada, saat ini mulai banyak penggemarnya, seperti DJ, pengisi musik tema dan musik latar suatu film/sinetron, penulis lagu, pemain musik pelengkap (additional player) dalam suatu grup, pengatur tata suara (sound engineering), pengolah suara dalam proses rekaman (sound editor), pengisi musik iklan (jingle), dan sebagainya. Di masa depan akan terbuka lebih banyak lagi peluang bagi seorang musisi untuk mengekspresikan dirinya.


Memilih Alat Musik Bagi Pemula

        Pada dasarnya setiap orang mampu memainkan alat musik, namun perlu diketahui alat musik mana yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing orang.

       Bagi pemula disarankan memilih alat musik yang standar, maksudnya ada jaminan dari segi kualitas suara produk tersebut. Jika alat musik di bawah standar maka tidak akan menghasilkan suara yang indah. Bukankah tujuan bermain musik adalah untuk menciptakan keindahan melalui bunyi? Bagaimana bisa menghasilkan keindahan kalau alatnya tidak menunjang? Dengan alat yang baik, seseorang akan terlatih mengasah kepekaan perasaannya terhadap kualitas suara. Inilah inti pembelajaran musik yang baik.

      Sebaliknya, jika alat musik tersebut memberikan fasilitas berlebih, biasanya ditujukan untuk pemusik yang telah menggeluti musik sebagai profesinya (profesional), maka alat musik itu telah dilengkapi dengan beragam fasilitas untuk menunjang profesinya. Belajar musik memerlukan proses yang panjang sehingga seorang pemula harus banyak belajar dulu mengenai dasar musikalitas sehingga mampu menggunakan alat yang lebih canggih.

        Keuntungan membeli alat musik yang standar atau khusus bagi pemula, akan memudahkan ia dalam belajar musik karena biasanya pabrik sudah menyiapkan fasilitas untuk menunjang pembelajaran musik. Kedua, seorang pemula akan mudah berlatih musik dengan harga terjangkau. Jadi tidak perlu takut untuk menentukan alat musik yang akan digunakan karena satu alat musik tidak akan pernah mengakomodasikan setiap keinginan pemusik. Bisa dikatakan tidak ada satupun alat musik yang sempurna.

Dalam memilih alat musik, beberapa orang juga masih bingung mengenai perbedaan alat musik akustik dan elektrik. Alat musik akustik adalah alat musik yang menggunakan gerakan mekanis untuk menghasilkan suara, misalnya getaran senar gitar, getaran bibir pemain terompet, getaran membran drum. Alat musik elektrik adalah alat musik yang menggunakan rangkaian elektronika di dalamnya untuk menghasilkan suara. Di sini akan dijelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Akustik vs Elektronik

Kelebihan Akustik

-   Suara alami yang tidak bisa ditandingi oleh suara elektronik manapun.

-  Sensitif terhadap emosional manusia untuk menghasilkan bunyi yang berbeda, misalnya pukulan tuts piano keras akan menghasilkan suara keras dan sebaliknya ;  pukulan drum di badan dan tepi simbal akan berbeda suaranya.

Kelemahan Akustik

-   Harga relatif lebih mahal dibandingkan elektronik.

-   Perlu teknik bermain yang baik untuk bisa menghasilkan bunyi yang berkualitas karena alat musik akustik lebih peka terhadap sentuhan emosional.

-   Perawatan sulit, misalnya setem (tuning), kebersihan, pemilihan suku cadang (spare part) yang baik juga cukup sulit.

-  Keterbatasan jenis suara yang dihasilkan, misalnya 1 set drum akustik standar hanya mendapat snare, bass, 3 tom, 1 simbal hi-hat, 1 simbal crash, 1 simbal ride. Padahal drum elektronik dengan harga yang sama sudah mendapat koleksi puluhan jenis suara drum dan perkusi. Jadi dengan memiliki drum elektronik seolah-olah kita memiliki koleksi drum banyak dan mahal.


Kelebihan Elektronik

-   Harga elektronik bisa jauh lebih murah untuk menghasilkan kualitas suara yang sama dengan akustik.

-   Perawatan lebih mudah, tidak perlu menyetem, mencari spare part seperti senar, membran drum, pemanas piano, dsb.

-   Pilihan suara lebih banyak, seperti pada keyboard arranger, kita seolah-olah memiliki koleksi alat musik dan band yang beragam.

-  Praktis, dapat digunakan secara cepat untuk mengiringi perayaan-perayaan seperti ulang tahun/pernikahan. Tidak perlu berlatih dulu dengan banyak orang seperti pada grup yang akan memakan waktu dan tenaga.

-  Tidak perlu teknik yang baik untuk memainkannya, bahkan pada keyboard arranger dengan adanya program MIDI, orang yang tidak bisa memainkan keyboard sama sekali pun kelihatan seolah-olah hebat.


Kelemahan Elektronik

-   Kualitas suara terlalu bersih sehingga tidak terkesan alami seperti akustik.

-  Elektronik cenderung tidak awet, bila ada komponen elektronik yang rusak, sulit untuk ditangani penyebabnya.

-  Kurang peka terhadap sentuhan emosional manusia, seperti pukulan drum pada badan dan tepi simbal akan menghasilkan suara yang berbeda pada akustik. Pada alat musik elektronik tidak bisa, walaupun sudah ada pabrik yang mengeluarkan teknologi yang mendekati hal itu namun beberapa teknik hanya bisa dimainkan pada alat musik akustik.

-  Sampel suara alat musik pada elektronik menghilangkan penjiwaan terhadap musik, misalnya memainkan suara biola pada keyboard kurang terasa emosinya dibanding dengan memainkan biola asli.


 Analog vs Digital

      Seringkali orang belum mengerti perbedaan alat musik elektronik yang menggunakan sistem analog dan digital. Sistem analog adalah sistem yang menggunakan rangkaian elektronika tetapi tidak menggunakan program untuk menghasilkan suara yang tetap. Contohnya adalah keyboard synthesizer Moog, yang berfungsi sebagai pengolah suara dalam suatu grup band. Sistem digital adalah sistem yang menggunakan program untuk menghasilkan suara tertentu. Contohnya adalah keyboard arranger pada umumnya (Yamaha PSR Series, Korg PA Series, Roland E Series). Berikut kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan sistem analog yaitu suara yang dihasilkan tidak terbatas, dengan mengubah-ubah potensio yang menjadi kontrol frekuensi, suara yang dihasilkan akan berbeda. Kelemahannya, sulit dilakukan oleh pemula karena perlu kepekaan terhadap suara yang diinginkan. Sedangkan kelebihan sistem digital yaitu praktis, mudah digunakan karena sampel suara sudah jadi, tinggal disesuaikan sesuai kebutuhan pemain. Kelemahannya, jenis suara tidak bisa diubah sesuai selera karena sudah disediakan tertentu oleh pabrik.


     Semoga informasi di atas dapat sedikit membantu pemahaman kita dalam memilih alat musik yang paling sesuai untuk diri kita. 
 

Sample text

Sample Text

Sample Text